Popular Posts

Friday, May 9, 2008

Palestin Dalam Ingatan

“Siapa yang malamnya berganti

siang tanpa memerhatikan

urusan umat Islam, ketahuilah

ia bukanlah seorang Islam.”

- Sabda Rasul SAWW



60 Tahun Malapetaka

“Nakba” (malapetaka) merujuk kepada peristiwa malang tahun 1948. Lebih dari dua pertiga dari penduduk Palestin telah dipaksa berambus dari tanah air mereka.

Enam puluh tahun telah berlalu. Pelarian Palestin mencatatkan jumlah terbesar dalam sejarah dunia. Hingga kini, masyarakat antarabangsa masih gagal menyelamatkan hak rakyat Palestin, termasuklah hak untuk kembali ke kampung halaman mereka sendiri.

















“Jika kaum muslimin bersatu dan masing-masing dari mereka mengguyurkan seember air pada Israel, maka Israel akan tersapu; namun masih saja mereka tak berdaya di hadapannya.” [Imam Khomeini, 16 Ogos 1979]



“Al-Quds adalah bagian dari tubuh Islam. Dan Generasi baru Palestina pun telah mengerti bahwa jalan satu-satunya untuk mengakhiri penghinaan adalah dengan perlawanan bersenjata, bukan melalui rundingan. Rejim Zionis tak berhak untuk wujud dan memerintah di tanah Palestin. Israel adalah tumor dan kanser yang mesti dicabut dari wilayah ini.” [Sayyed Ali Khamenei, Tehran, 15 Disember 2000]


"Hizbullah dan pejuang Islam sudah siap untuk menghadapi apapun serangan musuh. Emad Moghneya meninggalkan puluhan ribu pemuda yang sudah terlatih dan siap untuk mati syahid. Kamu (Israel) telah membunuh Haji Emad di luar arena perang. Atas pembunuhan ini, yang anda pilih ialah untuk perang terbuka dengan kami. Dari perang Jun 2006 lalu hingga tumpahnya darah Haji Emad, dunia perlu mencatat akan masuknya ambang tumbangnya Israel. Darah syahid Emad Mughneya akan mengeluarkan (orang-orang Zionis itu) dari wujud dunia. Tiada ketakutan, kelemahan dan sakit di dalam tubuh atau barisan pejuang. Teman Mughneya akan menyambung jalan, rencana, jihad dan darahnya. Darah ini menambah kekuatan, kekukuhan dan keteguhan kami untuk melanjutkan perjuangan yang lebih besar lagi.” 'Sayyed Hassan Nasrallah '



“Imam (Khomeini) berkata rejim yang
menjajah al-Quds ini akan lenyap dari lembaran masa (sejarah). Saya yakin segera kita akan melihat runtuhnya rejim Zionis berkat usaha keras semua pejuang Palestina dan Lebanon. Hitungan mundur menuju kehancuran rejim itu sudah dimulai lewat tangan anak-anak Hizbullah. Seperti Soviet Union telah musnah dan sekarang tidak ada, begitu juga rejim Zionis akan segera musnah". [Ahmadinejad]


Apakah anda ketahui? Bahawa sehingga April 2008:

Semenjak 29 September 2000, seramai 1101 kanak-kanak telah terbunuh dalam konflik Israel-Palestin, dan 982 daripada jumlah tersebut adalah kanak-kanak Palestin; seramai 4,719 rakyat Palestin dan hanya 1,044 rakyat Israel telah terbunuh; seramai 32,213 rakyat Palestin dan hanya 6,845 rakyat Israel telah tercedera.

Sepanjang tahun 2007, Amerika telah membelanjakan lebih $6.8juta sehari untuk Israel, dan hanya $0.3juta sehari untuk rakyat Palestin.

Setakat ini, hanya 1 rakyat Israel ditahan di Palestin, sementara 10,756 rakyat Palestin ditahan di penjara Israel.

Sebanyak 18,147 rumah awam Palestin telah dirobohkan oleh Israel, sementara tiada satu pun rumah awam Israel telah dirobohkan Palestin.

Pengangguran di Israel mencapai 9%, sementara di Palestin hampir 40% penduduknya menganggur.

Sehingga kini, Israel telah berjaya membina 223 penempatan eksklusif yahudi di atas tanah Palestin yang dirampas.

Israel telah dihukum oleh lebih daripada 65 resolusi PBB, namun tetap tiada merubah kerakusannya.



Sunday, April 13, 2008

Solawat




Assalamualaika ya Rasulullah
Assalamualaika ya Habiballah
Assalamualaika ya Abazzahro
Assalamualaika ya Jaddal Husain

Allahumma shalli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad wa aalitthaahirin watthayyibiin

Shalawat dan salam tercurahkan untukmu duhai baginda rasulullah kekasih Allah, putra termulya abdullah, ayah tersayang ummal batol, sepupu tercinta ali asadullah, kakek kebanggaan hasan hujjatullah....


Engkau adalah cahaya pada gelapnya dunia, penunjuk jalan kebenaran,penegak tonggak-tonggak keadilan, , penghancur kebathilan, pejuang kemanusiaan, pada hari wiladahmu ini kami sepatutnyalah memujimu, dengan iringan shalawat untukmu...


Duka perjuanganmu adalah duka kami
Qur’anmu qur’an kami
Sunnahmu sunnah kami
Akan kami pegang erat keduanya itu ya habiballah…
Terimalah shalawat kami ya rasulullah...

"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah".(al-ahzab:21)



Ketika nabi muhammad saww pergi ke langit Nabi saw melihat satu malaikat yang memiliki seribu sayap dan setiap sayap terdiri dari seribu tangan dan setiap tangan memiliki seribu jari, Nabi saw ketika melihat hal ini Nabi saww bertanya kepada Jibril as tentang apa tugas malaikat itu?
Jibril menjawab bahwa malaikat itu bertugas menghitung setiap tetes air yang turun dari langit dari zaman nabi adam as sampai hari kiamat.
Kemudian Nabi saw menemui malaikat tersebut dan memujinya karena sangat tepat menghitung tetesan air hujan dan sangat teliti dalam menghitungnya..
Kemudian malaikat itu berkata kepada Nabi saw bahwa memang tugasnya menghitung tetesan air hujan tapi masih ada yang tidak bisa dia hitung.
Nabi sawberatanya kepada malaikat tersebut tentang apa yang tidak bisa dihitungnya.
Malaikat menjawab: Aku tidak bisa menghitung pahala orang yang bersolawat kepada mu dan keluargamu…….

Allah swt menciptakan 7 gunung di langit, setiap gunung dipenuhi oleh malaikat yang tak terhitung jumlahnya, disetiap gunung para malaikat selalu bertasbih, bertahmid, bertahlil, dan semua pahalanya itu diberikan kepada siapa saja yang bersholawat kepada Nabi Muhammad saww dan Ahlulbaitnya as.
sholawat!!!!!!!! Allahumma sholli ala Muhammad wa alimuhammad.



Wednesday, January 16, 2008

Khutbah Imam Ali Ar-Ridha (sa) dalam Pernikahan puteranya


























Dalam kitab Makarimul Akhlaq dikatakan bahwa kita disunnahkan menyampaikan khutbah ini dalam suatu pernikahan untuk bertabarruk dengannya karena dalam khutbah ini meliputi makna pernikahan. Khutbahnya sebagai berikut:

الحمد لله الذي حمد في الكتاب نفسه وافتتح بالحمد كتابه وجعله أول محل نعمته وآخر جزاء أهل طاعته وصلى الله على محمد خير بريته وعلى آله أئمة الرحمة ومعادن الحكمة. والحمد لله الذي كان في نبئه الصادق وكتابه الناطق أن من أحق الاسباب بالصلة وأولى الامور بالتقدمة سببا أوجب نسبا وأمرا أعقب حسبا، فقال جل ثناؤه: ” وهو الذي خلق من الماء بشرا فجعله نسبا وصهرا وكان ربك قديرا “. وقال: ” وأنكحوا الايامى منكم والصالحين من عبادكم وإمائكم إن يكونوا فقراء يغنهم الله من فضله والله واسع عليم”. ولو لم يكن في المناكحة والمصاهرة آية محكمة منزلة ولا سنة متبعة لكان فيما جعل الله فيها من بر القريب وتألف البعيد ما رغب فيه العاقل اللبيب وسارع اليه الموافق المصيب، فأولى الناس بالله من اتبع أمره وأنفذ حكمه وأمضى قضاءه ورضي جزاءه، ونحن نسأل الله تعالى أن ينجز لنا ولكم على أوفق الامور. ثم إن فلان بن فلان من قد عرفتم مروته وعقله وصلاحه ونيته وفضله وقد أحب شركتكم وخطب كريمتكم فلانة وبذل لها من الصداق كذا، فشفعوا شافعكم وأنكحوا خاطبكم في يسر غير عسر، أقول قولي هذا وأستغفر الله لي ولكم

Segala puji bagi Allah yang memuji diri-Nya dalam kitab-Nya, yang memulai kitab-Nya dengan puja-Nya, yang menjadikan puji-Nya awal dari nikmat-Nya dan akhir pembalasan bagi orang-orang yang taat kepada-Nya. Semoga shalawat senantiasa tercurahkan pada Muhammad manusia terbaik dan pada keluarganya para imam penyebar kasih sayang dan khazanah-khazanah hikmah.

Segala puji bagi Allah yang menyatakan dalam firman-Nya yang benar dan dalam kitab-Nya yang berbicara bahwa pernikahan adalah penyebab yang paling benar untuk menyambung generasi, perkara yang paling utama sebagai sebab pendahulu, penyebab untuk meneruskan garis keturunan, dan sebagai perkara yang akibatnya kebajikan. Allah Yang Maha Agung puja-Nya berfirman:
“Dialah yang menciptakan manusia dari air kemudian menjadikan manusia punya keturunan dan mushaharah, dan Tuhanmu Maha Kuasa.” (Al-Furqan: 54). Dan Dia berfirman:
Nikahilah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang shaleh dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka fakir, Allah akan memberi kekayaan kepada mereka dari karunia-Nya. Allah Maha Luas karunia-Nya dan Maha Mengetahui. (An-Nur: 32)

Sekiranya dalam pernikahan dan Mushaharah tidak ada ayat yang muhkamah dan tidak sunnah yang harus diikuti, niscaya Allah akan menjadikan pernikahan di daratan yang dekat dan masa yang jauh, sesuatu yang diinginkan oleh orang yang berakal dan bijaksana, dan bergegaslah padanya pengakuan orang yang benar. Karena itu, manusia yang paling utamalah orang yang mengikuti perintah-Nya, yang melaksanakan hukum-Nya, yang menjalani ketetapan-Nya dan ridha pada pembalas-Nya. Kami mohon kepada Allah swt agar Dia membalas kami dan kalian atas perkara-perkara yang paling sesuai.

Sesungguhnya Fulan bin Fulan, orang yang telah kalian ketahui pribadinya, akal dan pikirannya, kebaikannya, niat dan keutamaanya. Dia ingin hidup bersama kalian, melamar perempuan mulia dari kalian yaitu Fulanah, dan ia mencurahkan kesetian padanya. Maka bantulah orang yang menolong kalian, dan nikahkan orang yang melamar kalian dengan kemudahan tanpa kesulitan. Aku akhiri ucapanku, aku mohon ampun kepada Allah bagiku dan bagi kalian. (Makarimul Akhlaq, Ath-Thabrasi: 205)

Wassalam

Friday, January 11, 2008

Takziah buat bulan Muharram dan Karbala

Takziah buat bulan Muharram dan Karbala


“Kalaulah agama MUHAMMAD SAAW,

tidak tegak kecuali dgn terbunuhnya Aku,

Wahai pedang-pedang penggallah Aku”

“Hanya dengan kematianku dan darahku, kebenaran Islam dan Sunnah datukku Muhammad Rasulullah saaw. dapat diper­tahankan...” Dan lagi katanya: ‘....Seandainya manusia mengetahui bahawa harta yang dicarinya akan hilang nescaya mereka akan mem­belanjakannya pada jalán Aliah, dan seandainya manusia menyedari bahawa nyawa mereka akan berpisah dengan jasadnya nescaya mereka akan sanggup mati dicincang pada jalan ALLAH ‘azza wa jalla.

Imam Hussein as

Hari Karbala ialah pada 10 Muharram 61H....
Imam Husayn AS telah syahid pada hari Jumaat
ketika berusia 57 tahun....Andakah anda mengingatinya?

Imam Ja'afar al-Sadiq AS berkata: Maksudnya:

"Setiap hari adalah Asyura Setiap tanah adalah Karbala"

Allaahummal-an Qatalatal

Hussein A’layhis Salaam

Hussain nyawaku bulan Muharram dia telah datang
sayyidi jiwa2 kami berkabung kerana musibah
yg menimpa dirimu didalam hati kami ada suara
yg berbisik bahawa seandainya kami dpt berada
di sisi kuburmu bermatam, memukul dada atas musibah
yg menimpamu ayuh (marilah) kita bersama2 membawa
sekeping hati ini pergi ke karbala kita jadikan air mata
dan hati yg pilu terhadap musibat hussain sebagai
bekalan di akhirat sana wahai mereka yg telah
menyematkan cinta hussain di dalam hati
wahai mereka yg sepanjang umur memanggil
menyeru hussain! hussain! muharamnya telah tiba..

Peristiwa dan Amalan di Bulan Muharram




















Bulan Muharram adalah awal tahun Hijriyah, bulan kesedihan bagi keluarga Nabi saw dan para pengikutnya. Pada hari pertama Muharram disunnahkan berpuasa dan melakukan shalat sunnah dua rakaat dan membaca doa (3 kali) sebagaimana yang disunnah kepada Zakariya, yaitu:

اَللّهُمَّ اَنْتَ الاِْلهُ الْقَديمُ وَهذِهِ سَنَةُ جَديدَةُ فَاَسْئَلُكَ فيهَا الْعِصْمَةَ مِنَ الشَّيْطانِ وَالْقُوَّةَ عَلى هذِهِ النَّفْسِ الاَْمّارَةِ بِالسّوءِ وَالاِْشْتِغالَ بِما يُقَرِّبُنى اِلَيْكَ يا كَريمُ يا ذَا الْجَلالِ وَالاِْكْرامِ يا عِمادَ مَنْ لا عِمادَ لَهُ يا ذَخيرَةَ مَنْ لا ذَخيرَةَ لَهُ يا حِرْزَ مَنْ لا حِرْزَ لَهُ يا غِياثَ مَنْ لا غِياثَ لَهُ يا سَنَدَ مَنْ لا سَنَدَ لَهُ يا كَنْزَ مَنْ لا كَنْزَ لَهُ يا حَسَنَ الْبَلاءِ يا عَظيمِ الرَّجاءِ يا عِزَّ الضُّعَفآءِ يا مُنْقِذَ الْغَرْقى يا مُنْجِىَ الْهَلْكى يا مُنْعِمُ يا مُجْمِلُ يا مُفْضِلُ يا مُحْسِنُ اَنْتَ الَّذى سَجَدَ لَكَ سَوادُ اللَّيْلِ وَنُورُ النَّهارِ وَضَوْءُ الْقَمَرِ وَشُعاعُ الشَّمْسِ وَدَوِىُّ الْمآءِ وَحَفيفُ الشَّجَرِ يا اَللهُ لا شَريكَ لَكَ اَللّـهُمَّ اجْعَلْنا خَيْراً مِمّا يَظُنُّونَ وَاغْفِرْ لَنا ما لا يَعْمَلُونَ وَلا تُؤاخِذْنا بِما يَقُولُونَ حَسْبِىَ اللهُ لا اِلـهَ اِلاّ هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظيمِ آمَنّا بِهِ كلٌّ مِنْ عِنْدِ رَبِّنا وَما يَذَّكَّرُ اِلاّ اُولُوا الاَْلْبابِ رَبَّنا لا تُزِغْ قُلُوبَنا بَعْدَ اِذْ هَدَيْتَنا وَهَبْ لَنا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهّابُ .
“Ya Allah, Engkaulah Tuhan Yang Maha Qadim. Inilah tahun baru, aku memohon kepada-Mu penjagaan dari setan, kekuatan terhadap jiwa yang selalu memerintahkan pada keburukan, dan kesibukan yang selalu mendekatkan diri kepada-Mu. Wahai Yang Maha Mulia, wahai Yang Memiliki keagngan dan kemuliaan. Wahai Sandaran bagi setiap yang tak memiliki sandaran, wahai Simpanan bagi setiap yang tak memiliki simpanan, wahai Penjagaan bagi yang tak memiliki penjagaan, wahai Perlindungan bagi yang tak memiliki perlindungan, wahai Sandaran bagi yang tak memiliki sandaran, wahai Simpanan bagi yang tak memiliki simpanan, wahai Yang Terbaik dalam memberi ujian, wahai Harapan yang paling besar, wahai Yang Memuliakan orang-orang yang lemah.
Wahai Yang Mennyelamatkan orang yang tenggelam, wahai Yang Menyelamatkan orang yang binasa, wahai Yang Memberi keindahan, wahai Yang Memberi karunia, wahai Yang Memberikan kebaikan.
Hanya kepada-Mu sujud kegelapan malam dan cahaya siang, cahaya bulan dan sinar matahari, gemericik air dan desir pepohonan.
Ya Allah, tiada sekutu bagi-Mu. Ya Allah, jadikan bagi kami kebaikan apa yang mereka perkirakan. Ampuni kami apa yang mereka tidak ketahui. Jangan siksa kami dengan apa yang mereka katakan. Cukuplah bagiku Allah sebagai pelindung, tiada Tuhan kecuali Dia, kepada-Nya aku bertawakkal. Dialah Tuhan Arasy yang agung. Kami beriman kepada-Nya apa yang datang dari sisi Tuhan kami, dan tidak akan mengingat-Nya kecuali orang-orang yang berpikir.
Duhai Tuhan kami, jangan nodai hati kami sesudah Kau bimbing kami. Anugrahkan kepada kami rahmat dari sisi-Mu, sesungghnya Engkau Maha Memberi karunia.”

Hari ketiga adalah hari Nabi Yusuf (as) dibebaskan dari penjara. Disunnahkan berpuasa pada hari pertama hingga hari kesembilan. Hari kesepuluh adalah hari yang dikenal dengan hari Asyura, hari terbunuhnya Al-Husein (sa) cucu Rasulullah saw di Padang Karbala, hari puncak kesedihan bagi keluarga Nabi saw dan para pengikutnya. Pada hari ini disunnahkan membaca doa ziarah kepada cucu Rasulullah saw, Al-Husein (sa) dan membaca doa hari Asyura. (Mafatihul Jinanm bab 2, halaman 286)

Friday, December 28, 2007

Selamat Hari Raya Ghadir Mubarak..



















Alhamdulillah allazi ja'alana minal mutamassikin bi Wilayati
Amirul Mukminin Al Haidar Ali Ibni Abi Thalib (as)
Best Wishing of Eidul Meesaq. 18 Zulhijjah 1428 H.
Eid Ghadir Mubarak!

Tuesday, December 25, 2007

PESAN HAJI AYATULLAH ALI KHAMENEI (Dzulhijah 1428 H

ImageBismillâhirromânirrohîm
Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Maha Penyayang

Puji syukur bagi Allah; Tuhan alam semesta. Salawat dan salam atas junjungan kita; Muhammad al-Mustafa, dan atas keluarganya yang termulia serta sahabat-sahabatnya yang terpilih.

Salam kepada para pengunjung rumah Allah Swt, kepada para tamu tanah kekasih, dan kepada para penyambut seruan-Nya! Juga salam khusus kepada hati-hati yang kembali segar karena mengingat Allah Swt, dan yang terus mengetuk pintu limpahan karunia dan rahmat-Nya!

Pada hari-hari ini, pada malam-malam ini, dan pada detik-detik yang mulia ini, betapa banyak manusia yang dengan penuh kesadaran jiwa melepaskan diri mereka ke dalam pesona spiritual, dan menerangi hati dan jiwa mereka dengan bertaubat dan insaf. Mereka membersihkan karat-karat dosa dan kesyirikan dari diri mereka di tengah gelombang rahmat Allah yang datang silih berganti ke tanah suci ini. Salam mulia Allah kepada hati-hati ini, kepada segenap pemilik hati-hati yang bersih.

Sudah sepatutnya semua saudara dan saudari menyadari berkah yang luar biasa ini dan memanfaatkan kesempatan yang besar ini. Jangan sampai—di tanah ini—kesibukan hidup duniawi yang merupakan persoalan rutin kita melalaikan hati-hati kita sendiri. Dengan mengingat Allah Swt, berusaha insaf, memohon dengan penuh kerendahan diri, disertai kehendak yang kuat untuk memegang kebenaran, berbuat kebaikan dan berpikir lurus, serta dengan memohon bantuan dari AllahSwt, marilah tempatkan hati kerinduan kita di ruang tauhid dan penghayatan ketuhanan yang murni, dan marilah membekali diri demi keteguhan jiwa untuk tetap berada di atas jalan Allah yang lurus.

Di tanah inilah, pusaran tauhid yang murni dan sesungguh-sungguhnya. Di tanah inilah, Ibrahim as; sang kekasih Allah Swt, meninggalkan sebuah perwujudan tauhid untuk segenap penganut tauhid di sepanjang sejarah dunia, yaitu penguasaan diri dan kepasrahan sepenuh jiwa di hadapan perintah Allah Swt. Di tanah inilah, Nabi Besar Muhammad saw mengibarkan bendera tauhid di atas kaum mustakbirin dan kekuatan-kekuatan yang zalim, serta mengajarkan bahwa penolakan terhadap thoghut ‘pihak yang zalim’—di samping keimanan kepada Allah Swt—merupakan syarat keselamatan. Maka, barangsiapa menolak thoghut dan beriman kepada Allah, sungguh ia telah berpegang teguh kepada tali yang kuat. (QS. al-Baqarah:256)

Dan haji adalah upaya meninjau ulang dan mencerap pelajaran-pelajaran agung ini. Berlepas tangan dari kaum musyrikin dan menolak berhala-berhala berikut penyembah-penyembahnya merupakan ruh yang berkuasa atas ibadah haji kaum mukminin. Setiap tempat haji adalah ruang perwujudan dari berpasrah diri kepada Allah, sa‘i ‘berusaha’ dan bekerja di jalan-Nya, berlepas tangan dari setan, romyu ‘melontar’ dan mengusir setan serta berdiri melawannya. Dan setiap tempat haji adalah wujud persatuan dan solidaritas segenap umat yang menghadap Kiblat, peleburan perbedaan yang alami dan yang dibuat, serta penampakan kesatuan dan persaudaraan iman mereka.

Semua ini adalah pelajaran-pelajaran yang harus ditimba oleh kita sebagai umat Islam dari belahan dunia manapun, sehingga atas dasar itulah kita merencanakan hidup dan masa depan kita.

Al-Quran meyakinkan kita bahwa berdiri kuat di hadapan musuh-musuh, bersikap lembut dan penuh cinta kepada sesama muslim, dan beribadah serta tunduk khusyuk di hadapan Allah Swt adalah tiga kriteria masyarakat Islami. Muhammad adalah utusan Allah, dan mereka yang berada bersamanya adalah orang-orang yang keras terhadap kaum kafir, namun penuh kasih sayang di antara mereka sendiri, kamu akan melihat mereka dalam keadaan rukuk dan sujud sambil menantikan kebaikan dari Allah dan keridhaan …(QS. al-Fatah: 29) Inilah tiga pilar utama untuk menegakkan bangunan umat Islam yang kuat dan bermartabat.

Atas dasar kenyataan ini, setiap muslim dapat mengetahui dengan baik titik-titik lemah dunia Islam sekarang.

Kini, musuh umat Islam adalah pihak-pihak yang mengelola pusat-pusat arogansi dan kekuatan-kekuatan serakah serta zalim. Dalam pandangan mereka, kesadaran umat Islam merupakan ancaman besar bagi kepentingan-kepentingan ilegal dan kekuasaan despotik mereka atas dunia Islam. Semua mukminin, khususnya para pelaku politik, para ulama dan pemikir serta pemimpin bangsa dari setiap negara, sudah seharusnya menggalang barisan persatuan Islam sekuat mungkin dalam menghadapi musuh zalim ini. Sudah seharusnya kita menghimpun unsur-unsur kekuatan dan membangun ketahanan umat Islam dengan benar.

Ilmu pengetahun, manajemen, sistem penyelenggaraan, kesadaran penuh, rasa tanggung jawab dan komitmen, tawakal dan kepercayaan kepada janji Allah Swt, mengenyampingkan keinginan-keinginan hina dan tak berarti demi mendapatkan keridhaan Allah Swt, beramal atas dasar tugas … semua itu adalah unsur-unsur dasar kekuatan umat Islam yang akan mengangkat mereka untuk tampil merdeka, berwibawa, dan maju, baik secara materiil maupun spiritual. Unsur-unsur itu pula yang akan menggagalkan musuh dalam upaya mereka melakukan tekanan dan campur tangan di dalam negeri-negeri Muslim.

Kasih sayang antarsesama mukminin adalah pilar kedua dan kriteria lain untuk membangun kondisi yang baik bagi umat Islam. Perpecahan dan pertikaian di tengah umat Islam merupakan penyakit yang sangat membahayakan, yang harus segera ditangani dengan segenap kemampuan. Sudah sejak lama, musuh-musuh kita bekerja dan berusaha tak henti-hentinya dalam masalah (perpecahan) ini. Dan mereka sekarang, di era kebangkitan Islam yang telah membuat mereka cemas dan takut, semakin meningkatkan kerja dan usaha keras mereka. Semua pesan pihak-pihak yang prihatin akan masalah ini ialah hendaknya perbedaan-perbedaan itu tidak berubah menjadi pertentangan, juga keragaman itu tidak semestinya berakhir dengan permusuhan.

Bangsa Iran telah mengangkat tahun ini dengan nama “Tahun Solidaritas Islam”. Penamaan ini dilakukan atas dasar kesadaran akan siasat dan perencanaan musuh-musuh yang semakin serius dalam rangka menebarkan perpecahan di tengah saudara-saudara seiman. Di Palestina, di Lebanon, di Irak, di Pakistan, dan Afganistan. Di negara-negara itu, siasat dan konspirasi telah dijalankan sehingga sebagian warga di sebuah negara Muslim bangkit bermusuhan dengan sesama warga lainnya, dan bahkan sampai menumpahkan darah mereka. Dalam semua kasus dan kejadian yang pahit ini, tampak sekali jejak-jejak siasat itu di sana. Semua mata yang jeli telah melihat tangan musuh-musuh itu.

Perintah “penuh kasih sayang di antara sesama mereka sendiri” yang terdapat dalam al-Quran bermakna mencabut akar-akar permusuhan. Di hari-hari yang penuh keagungan ini, dan dalam manasik-manasik haji yang bermacam-macam ini, kalian melihat Muslim yang datang dari berbagai penjuru dan dari berbagai mazhab tengah berkumpul di satu rumah; semua berdiri untuk salat ke arah satu Kiblat; semua serempak melontar lambang setan terkutuk; semua dengan satu cara berkurban dan menyembelih angan-angan serta keinginan-keinginan hawa nafsu; semua berdampingan untuk berdoa dengan kerendahan hati di padang Arafah dan Masy‘ar. Dalam kepercayaan-kepercayaan yang paling mendasar, dan dalam sebagian besar kewajiban dan hukum, semua mazhab Islam saling berdekatan satu sama lain dengan tingkat yang sama. Meski demikian, kenapa lalu fanatisme dan prasangka-prasangka harus menyala di antara mereka, sehingga tangan busuk musuh membuatnya menjadi semakin membakar?

Sekarang, ada orang-orang yang—karena pikiran dangkal dan kurang akal, dan dengan alasan-alasan yang tak berdasar—menganggap sebagian besar Muslim sebagai orang-orang musyrik, bahkan menghalalkan darah mereka. Orang-orang itu, sadar atau tidak, sedang bekerja untuk kepentingan syirik, kekufuran, dan kekuatan-kekuatan zalim. Betapa banyak orang yang menyebut penghormatan kepada makam Rasulullah saw, para wali, dan imam-imam agama—salam atas mereka semua—dengan label syirik dan kafir, padahal penghormatan itu adalah semacam penghormatan dan ketaatan kepada agama. Akan tetapi, mereka sendiri justru telah bekerja untuk kepentingan orang-orang kafir dan zalim, dan terlibat dalam keberhasilan siasat-siasat kotor mereka.

Ulama-ulama sejati, pemikir-pemikir yang berkomitmen, dan pemimpin-pemimpin yang tulus sudah seharusnya memerangi gejala-gejala yang membahayakan semacam itu.

Persatuan dan solidaritas Islam pada masa sekarang ini sudah merupakan kewajiban yang pasti; yang dapat dibangun dengan kerja sama di antara para tokoh dan pihak-pihak yang prihatin akan hal ini.

Dua pilar kekuatan ini—yakni penggalangan barisan yang kuat di hadapan kekuatan-kekuatan zalim dari satu sisi; dan kasih sayang, kebersamaan, dan persaudaraan antarsesama Muslim dari sisi lain—manakala dilapisi dengan pilar ketiga—yaitu ketundukan dan penghambaan diri di hadapan Allah Swt—umat Islam secara berangsur akan maju di jalan yang telah menuntun muslimin di era awal kemunculan Islam sampai di puncak kejayaan dan kebesaran, dan akan menyelamatkan bangsa-bangsa Muslim dari keterbelakangan yang menurunkan harga diri; keterbelakangan yang sepanjang beberapa abad terakhir ini dipaksakan atas mereka. Awal perubahan besar ini telah dipelopori, dan berbagai gelombang kebangkitan di semua titik dunia Islam sedikit banyaknya telah bergerak. Media-media massa dan propaganda-propaganda musuh dan agen-agennya sedang berusaha keras untuk menghubung-hubungkan setiap gerakan kemerdekaan dan tuntutan keadilan di belahan dunia Islam manapun dengan Iran atau Syi’ah. Sedangkan Iran sendiri—yang aktif sebagai salah satu pelopor sukses dalam kebangkitan Islam—dianggap oleh mereka sebagai pihak yang harus bertanggung jawab atas pukulan-pukulan terhadap mereka yang dilakukan oleh kekuatan-kekuatan yang peduli di dalam negara-negara Muslim, baik di bidang politik ataupun budaya. Dengan membuat tuduhan-tuduhan seperti Iranisme atau Syi’ahisme, mereka berusaha membuat orang curiga terhadap semangat kepahlawanan luar biasa Hizbullah dalam perang 33 hari, terhadap ketegaran yang bijak bangsa Irak yang berujung pada pembentukan parlemen dan pemerintahan yang tak dikehendaki kekuatan-kekuatan pendudukan asing di sana, terhadap kesabaran dan konsistensi menakjubkan dari pemerintahan yang sah dan bangsa yang berkorban di Palestina, dan terhadap sekian banyak lagi tanda-tanda kebangkitan baru Islam di negara-negara Muslim. Akan tetapi, siasat ini tidak akan bisa melawan hukum Allah; yaitu kemenangan para pejuang di jalan-Nya dan kaum pembela agama-Nya.

Masa depan adalah milik umat Islam. Dan setiap orang dari kita dapat mempercepat masa depan itu sesuai dengan andil, kesanggupan, kapasitas, dan tanggung jawab masing-masing.

Dan bagi kalian, para jemaah haji yang beruntung, manasik-manasik haji ini adalah sebuah kesempatan yang besar sehingga kita mempersiapkan diri lebih daripada sebelumnya dalam rangka mengemban tugas ini. Adalah sebuah harapan; semoga taufik Allah Swt dan doa Imam Mahdi Yang Dijanjikan—semoga Allah mempercepat kehadirannya—membantu kita dalam mencapai tujuan yang besar ini.

Wassalamu‘alaikum warohmatullahi wabarokatuh
Sayyid Ali Husaini Khamenei
4 Dzulhijah 1428 H

Friday, December 21, 2007

12 khalifah ALLAH SWT

Rasulullah SAWW bersabda yang bermaksud:

" Wahai manusia aku tinggalkan kepada kamu, sekiranya kamu berpegang
teguh kepada kedua-duanya nescaya kamu tidak akan sesat selama-lamanya,
Kitab Allah dan Itrahku Ahlul Baytku." [Sunan Tirmidzi]

Dari Amir bin Sa'ad bin Abu Waqqas RA, katanya:"Aku berkirim surat kepada Jabir bin Samurah melalui pelayanku Nafi", meminta kepadanya supaya dia dapat mengkhabarkan kepadaku hadis yang pernah didengarnya dari Rasulullah SAWW. Dia membalas suratku sebagai berikut:"Aku mendengar Rasulullah SAWW bersabda pada hari Juma'at petang, iaitu ketika seorang suku Aslam direjam, sabdanya: Din ini (Islam) akan sentiasa tegak hingga hari Qiamat, atau sampai berlalunya 12 khalifah memerintah, yang kesemuanya dari Quraisy. Aku mendengarnya pula beliau bersabda, 'satu kelompok kaum Muslimin akan menakluki Istana Putih Kisra.' Dan aku mendengar pula beliau bersabda, 'sebelum terjadi hari Qiamat akan muncul Dajjal, maka waspadalah terhadap mereka.' Aku mendengar pula beliau bersabda,'jika Allah mengurniakan kamu kebaikan, pertama-tamanya manfa'atkanlah untuk dirimu sendiri dan untuk keluargamu.' Aku mendengar juga beliau bersabda, 'Aku lebih dahulu dan menunggu di al-Haud.'

Tek Hadith yang bergaris di atas (12 khalifah) adalah di bawah ini. Sila rujuk Sahih Muslim, Jilid IV, Bab Imarah, Hadith 1789.


Hadith-hadith yang menghadkan pengganti Nabi Muhammad SAWW kepada 12 orang, telah diriwayatkan oleh sejumlah ulama Muslimin dari kalangan Ahlul Sunnah dan Syiah di dalam Sahih-sahih dan Musnad-musnad mereka. Berikut di senaraikan beberapa riwayat dari kalangan Ahlul Sunnah yang menghadkan pengganti Nabi Muhammad SAWW kepada 12 orang khalifah.

Ahmad bin Hanbal di dalam Musnadnya meriwayatkan hadith ini daripada Syabi daripada Masruq berkata:

" Kami berada di sisi Abdullah bin Masud yang sedang memperdengarkan
bacaan al-Qur'an kepada kami. Tiba-tiba seorang lelaki bertanya kepadanya;
Wahai Abu Abdul Rahman! Adakah anda telah bertanya Rasulullah SAWW berapakah
ummat ini memiliki khalifah?" Abdullah bin Masud menjawab: "Tiada seorangpun
bertanya kepadaku mengenainya semenjak aku datang ke Iraq sebelum anda."
Kemudian dia berkata: "Ya! Sesungguhnya kami telah bertanya kepada Rasulullah
SAWW mengenainya. Maka beliau SAWW menjawab: " Dua belas(khalifah) seperti
bilangan naqib Bani Isra'il."

Di dalam riwayat yang lain Ahmad bin Hanbal meriwayatkan daripada Jabir bin Samurah, sesungguhnya dia berkata:

" Aku mendengar RAsulullah SAWW bersabda semasa Haji Wida':
" Urusan agama ini masih pada zahirnya ditangan penentangnya dan tidak
akan dihancurkan oleh orang-orang yang menyalahinya sehingga berlalunya
dua belas Amir, semuanya daripada Quraisy."

Muslim di dalam Sahihnya meriwayatkan daripada Jabir bin Samurah sesungguhnya dia berkata:

" Aku bersama bapaku berjumpa Rasulullah SAWW. Maka aku mendengar
Nabi SAWW bersabda: "Urusan 'ini' tidak akan selesai hingga berlaku pada
mereka dua belas khalifah." Dia berkata: Kemudian beliau bercakap dengan
perlahan kepadaku. Akupun bertanya bapaku apakah yang diucapkan oleh beliau?
Dia menjawab: "Semuanya daripada Quraisy."

Muslim juga meriwayatkan di dalamnya Sahihnya daripada Nabi SAWW beliau bersabda:

"Agama sentiasa teguh sehingga Hari Qiamat dan dua belas khalifah memimpin
mereka, semuanya daripada Quraisy." Di dalam riwayat lain Urusan manusia
berlalu dengan perlantikan dua belas elaki dari Quraisy" Sentiasa Islam
itu kuat sehingga kepada dua belas khalifah daripada Quraisy" dan " Sentiasa
ugama ini kuat dan kukuh sehingga ua belas khalifah daripada Quraisy."[Sila
rujuk Kitabul Imarah, Sahih Muslim, Cairo, 1955, Jilid II, hlm.,1542-1543]

Ibn Hajr di dalam al-Sawa'iq al-Muhriqah meriwayatkan daripada Jabir bin Samurah bahawa Nabi SAWA bersabda:

"Selepasku akan diikuti oleh dua belas khalifah."

Al-Qunduzi al-Hanafi di dalam Yanabi al-Mawaddah bab 95, meriwayatkan bahawa Jabir bin Abdullah berkata:

" Rasulullah SAWW bersabda: " Wahai Jabir! Sesungguhnya
para wasiku dan para imam selepasku pertamanya Ali kemudian Hasan kemudian
Husain kemudian Ali bin Husain. Kemudian Muhammad bin Ali al-Baqir. Anda
akan menemuinya wahai Jabir sekiranya anda mendapatinya, maka sampaikan
salamku kepadanya. Kemudian Ja'far bin Muhammad, kemudian Musa bin Ja'far,
kemudian Ali bin Musa, kemudian Muhammad bin Ali, kemudian Ali bin Muhammad,
kemudian Hasan bin Ali. Kemudian al-Qaim namanya sama dengan namaku dan
kunyahnya adalah kunyahku, anak Hasan bin Ali. Dengan beliaulah Allah akan
membuka seluruh pelusuk bumi di Timur dan di Barat, dialah yang ghaib dari
penglihatan. Tidak akan percaya kepada imamahnya melainkan orang yang telah
diuji hatinya oleh Allah SWT. Jabir berkata: Wahai Rasulullah! Adakah orang
ramai boleh mengambil faedah darinya ketika ghaibnya? Beliau menjawab:"
Ya! Demi yang mengutuskan aku dengan kenabian sesungguhnya mereka mengambil
cahaya daripada wilayahnya ketika ghaibnya, seperti orang ramai mengambil
faedah dari matahari sekalipun ianya ditutupi awan." Ini adalah rahsia-rahsia
ilmu Allah yang teersembunyi. Justeru itu rahsiakanlah mengenainya melainkan
kepada orang yang ahli.

Lantaran itu tidak menghairankan jika Syaikh Sulaiman al-Balkhi al-Hanafi menyatakan:

" Hadith imam dua belas tidak sesuai jika dimaksudkan dengan Khulafa' al-Rasyidin
kerana mereka kurang daripada 12. Dan ianya juga tidak sesuai dengan khalifah-khalifah
dari Bani Umayyah kerana mereka lebih dari 12. Semua mereka adalah zalim
selain Umar bin Abdul Aziz, dan mereka pula bukan dari Bani Hasyim kerana
Nabi bersabda: Semua mereka mestilah dari Bani Hasyim. Dan ianya juga tidak
sesuai dengan khalifah-khalifah dari Bani Abbas kerana mereka lebih daripada
12. Mereka juga menindas anak cucu Rasulullah SAWW dan melanggar suruhan
al-Qur'an. Oleh itu satu cara untuk mentafsirkan hadith itu ialah dengan
menerima 12 imam dari Ahlul Bayt Rasulullah SAWW kerana  merekalah
yang paling alim, paling bertaqwa, mempunyai sifat-sifat yang paling baik,
paling tinggi nasabnya dan lebih mulia di sisi Allah, dan ilmu-ilmu mereka
diambil dari bapa-bapa mereka yang berhubung rapat dengn moyang mereka
Muhammad SAWW."