Popular Posts

Monday, December 1, 2008

Jihad Imam Ali as. Dalam Penilaian Ibnu Taymiyah (2)

Ibnu Taymiah: Imam Ali sa. Membunuh Banyak Kaum Muslimin Yang Rajin Shalat, Rajin Berpuasa dan Membayar Zakat!

Dalam banyak hadis disebutkan bahwa Nabi saw. bersabda memerintah Imam Ali as. untuk memerangi tiga kelompok; (1) Nâkitsîn, (2) Qâshithîn, dan (3) Mâriqîn, kendati Ibnu Taymiah dengan tanpa malu mengkufuri hadis-hadis shahih yang disabdakan Nabi saw. tersebut!

Nmun demikian satu hal yang tidak diperselisihkan para ulama dan imam-imam umat Islam, baik Syi’ah maupun Ahlusunnas wal Jama’ah bahwa dalam seluruh peperangaan yang dikobarkan para pemberontah itu, Imam Ali- lah pihak yang benar, mushîb! Dan mereka adalah kaum bughât/yang keluar memberontak Khalifah yang sah berdasarkan syarat-syarat Islami!

Al Munnâwi berkata, “Kata-kata al Jurjâni dalam kitab al Imâmah, ‘Telah sepakat seluruh fukahaa negeri Hijâz dan Irak dari kelompok Ahli hadis dan ra’yu, di antara mereka (Imam) Malik, asy Syâfi’i, Abu Hanifah, al Awza’i daan jumhur terbesar dari para Ahli Teoloqi dan kaaum Muslimin bahwa Ali adalah pihak yang benar dalam peperangannya melawan Ahli jamal dan sesungghnya mereka yang memeranginya adalaah bughât.” (Faidh al Qadîr,6/336)

Imam al Qurthubi berkata, “Maka tetaplah di kalangan umat Islam berdasarkan dalil agama bahwa Ali adalah imam yang sah, dan semua yang memberontak melawannya adalah bâghin (bentuk tunggal kata bughât). Dan memerangi mereka adalah wajib hukumnya sehingga mereka mau kembali kepada kebenaran dan tunduk kepada perdamaian.” (Faidh al Qadîr,6/336)

Adapun Ibnu Taymiah, maka seperti biasanya, ia membebankan dosa dan tanggung jawab apa yang terjadi dalam peperangan yang dikobarkan apinya oleh para pemberontak kepada Imam Ali as.; Khalifah yang sah yang keta’atan kepadanya adalah wajib dan memberontaknya adalah langkah awal pasti menuju mati jahiliyah (kecuali jika bertobat, menghentikan pemberontakan dan menyesali kesalahnnya)!

Dalam semua yang terjadi, Imam Ali-lah yang harus dipersalahkan!

Korban yang berjatuhan adalah tanggung jawab Ali as.!

Mereka yang mati terbunuh adalah gara-gara Ali, dan Ali-lah yang harus bertanggung jawab!

Ali telah membunuh kaum Muslimin yang rajin menegakkan shalat! Rajin berpuasa! Dan rajin membayar zakat!

Mereka adalah hamba-hamba pilihan Allah yang Shalihîn! Namun Ali membunuh mereka!

Adakah kejahatan yang melebihi membunuh satu jiwa Mukmin yang rajin bersembah sujud di haribaan Allah?!

Apa hukum membunuh satu jiwa Mukmin? Bukankah Allah SWT berfirman:

وَ مَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِناً مُتَعَمِّداً فَجَزاؤُهُ جَهَنَّمُ خالِداً فيها وَ غَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَ لَعَنَهُ وَ أَعَدَّ لَهُ عَذاباً عَظيما.

“Dan barang siapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannya ialah Jahanam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.” (QS. An Nisâ: 39)

Adapun pihak Mu’awiyah, maka ia harus ditampilkan sesuci mungkin, tidak boleh tercoreng oleh sedikit pun cela dan kesalahan! Pihak lawan Ali tidak sepantasnya dituding sebagai yang harus mempertanggung jawabklan semua yang terjadi!

Demikian Ibnu Taymiah memperkenalkan kepada para pecinta kesesatan pikirannya siapa sebenarnya Ali ibn Abi Thalib (yang ia tuduh berperang bukan karena Allah dan demi menegakkan Kalimatullah, akan tetapi demi egonya, agar orang-orang tunduk kepadanya, seperti telah disebutkan dalam artikel sebelumnya!!)

Dengarkan Ibnu Taymiah berfatwa:

أما قتالُ الْجمل و صِفِّيْن فقد ذكرعلِيٌّ أنه لَمْ يكن معه نصٌّ من النبي، و إنما كان رأيًا، و أكثر الصحابة لِم يُوافقوه على هذا القتالِ. و أن القتالَ كان قتالَ فتنةٍ بتأويلٍ، لَمْ يكن جهادَ الواجب ولا الْمستَحبَّ، و قَتَلَ خَلْقًا كثيرًا مِن الْمسلمين الذين يُقيمون الصلاةَ و يُْؤتون الزكاة و يصومون و يصلُون.

“Adapun peperangan Jamal dan Shiffîn maka Ali telah menyebutkan bahwa tidak ada nash dari Nabi tentangnya. Ia hanya sekedar pendapat. Kebanyakan sahabat tidak setuju dengannya dalam peperangan itu. Peperangan itu adalah peperangan fitnah dengan ta’wil, ia tidak wajib juga tidak mustahabb (dianjurkan). Ali membunuh banyak kaum Muslimin yang menegakkan shalat, membayar zakat, berpuasa dan shalat!” (baca Minhâj as Sunnah,6/356)

dari uraiannya dapat Anda saksikan bahwa:

1) Imam Ali as. dalam peperangan Jamal dan Shiffîn dalam menumpas parapemberontak itu tidak ada petunjuk langsung dari Nabi saw., ia hanya sekedar pendapat pribadinya.

Artinya semua hadis yang telah disabdakan Nabi saw. yang memerintah Ali as. untuk menumpas para pemberontak itu benar-benar ia kufuri! Tidak ia hiraukan!

2) Kebanyakan sahabat Nabi saw. menentangnya, tidak setuju dengan pendapat Ali as., namun Ali tetap saja bersikeras memaksakan pendapatnya untuk mengobarkan peperangan menumpas para bughât!

3) Peparangan yang sedang dijalani Ali as. adalah peperangan fitnah!

4) Peperangan itu bukan termasuk Jihad Fi Sabilillah yang wajib atau mustahabb.

5) Dan yang terakhir, karena sikap keras kepala Ali as. yang berpendapat untuk memerangi para pemberontak itu, maka Ali membunuh Ali membunuh banyak kaum Muslimin yang menegakkan shalat, membayar zakat, berpuasa dan shalat!

Jadi, jika peperangan itu tidak wajib, dan tidak pula mustahabb! Semantara itu Imam Ali membunuh banyak kaum Muslimin yang Shalihâin, yang menegakkan shalat, membayar zakat, berpuasa dan shalat! Maka itu artinya Imam Ali as. melakukan sebuah kejahatan yang haraam dan dosa besar!

Jadi Ali di mata Ibnu Taymiah adalah Pembunuh Ali banyak kaum Muslimin yang menegakkan shalat, membayar zakat, berpuasa dan shalat!

Dalam semua analisanya, hanya Imam Ali as. yang menjadi sasaran vonis kesalahan! Hanya Imam Ali as. yang ia pojokkan! Hanya Imam Ali as. yang ia lecehkan!

Adakah bukti kebencian Ibnu Tamiyah terhadap Imam Ali as. yang lebih nyata dari apa yang ia ucapkan itu?!

Apakah vonis sesatnya yang ia jatuhnya keatas Imam Ali as. itu juga karena dorongan semangat menterang kaum Rafidhah?! Dan membela Ahlusunnah?! Atau ia adalah corong efektik bani Umayyah, pengayon kaum Munafik dan kemunafikan?!

Masihkah kita ragu bahwa Ibnu Taymiah adalah antek-antek bani Uamyyah yang menyelinap di tubuh kaum Muslim Ahlusunnah dengan kedok membela Sunnah dan melawan Rafidhah?!

Masihkan ada kedengkian dan kebencian yang tersisa dalam jiwa busuk Ibnu Taymiah yang belum ia muntahklan kepada Imam Ali as.?!

Andai kita terima anggapan Ibnu Taymiah bahwa tidak ada nash khusus yang memerintah Ali untuk menumpas para pemberontak itu, bahwa hadis tentangnya adalah palsu, anggap kita terima itu, lalu apakah ayat:

وَ إِنْ طائِفَتانِ مِنَ الْمُؤْمِنينَ اقْتَتَلُوا فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُما فَإِنْ بَغَتْ إِحْداهُما عَلَى الْأُخْرى‏ فَقاتِلُوا الَّتي‏ تَبْغي‏ حَتَّى تَفي‏ءَ إِلى‏ أَمْرِ اللَّهِ فَإِنْ فاءَتْ فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُما بِالْعَدْلِ وَ أَقْسِطُوا إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطينَ.

“Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mukmin berperang maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan yang lain maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah; jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil dan berlaku adillah. Sesungguhnya Allah menyukai orang- orang yang berlaku adil.(QS. Al Hujurat:9)

sudah tiak lagi berlaku?!

Lalu dimana kita harus mengetrapka hukum Islam berkaitan dengan kaum Bughât?!

Apakah jika yang dijadikan sasaran pemberontakan itu seorang raja sezim Umayyah, maka hukum Islam tentang kaum Bughât itu berlaku, sementara jika Imam Ali as. tidak?!

Apakah masih ada yang membual dengan menuduh setiap upaya membongkar kedok kesesatan pikiran Ibnu Taymiah adalah upaya Syi’ah! Apa Anda mengira bahwa Ahlusunnah itu mencintai dan akan membela Ahli Bid’ah yang membenci kerabat Nabi Muhammad saw.?!

Itu bukan ciri Ahlusunnah! Ahlusunnah bersama kerabat Nabi saw. Ahlusunnah akan selalu membela Imam Ali as.!

Yang menuduh Ahlusunnah yang membela Imam Ali as. dan mengecam para musuhnya dengan tuduhan Syi’ah, sebenarnya ia adalah antek-antek bani Umayyah dan agen kaum Nawâshinb yang Munafik yang berkedok dengan kedok kesunnian! Padahal sejatinya ia adalah pembenci Ahlul Bait Nabi ra…. ia berjiwa busuk …. Dan keimanan belum bertempat dalam jiwanya!

Inilah sekelumit kesesatan pikiran Ibnu Taymiah tentang Imam Ali as., dan selain yang saya sebutkan, banyak komentar lainnya yang tidak kalah kejinya! Semoga dalam kesempatan lain, saya berkesempatan membongkarnya. Amîn.info : http://abusalafy.wordpress.com

2 comments:

Agus said...

Ternyata dari dulu ada z salah pemahaman dan perbedaan pendapat. Baru tau aku.

Anonymous said...

sangat menarik, terima kasih